Business Intelligence and Analytics, Kolaborasi Internasional Telkom University dan Multimedia University
Bandung, 13 Mei 2026 – Program Studi S1 Administrasi Bisnis Telkom University kembali menghadirkan kegiatan akademik bertaraf internasional melalui Online Joint Class 2026 yang diselenggarakan bersama Multimedia University (MMU) Melaka Campus, Malaysia. Mengangkat tema “Business Intelligence and Analytics”, kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran lintas institusi yang bertujuan memperluas wawasan mahasiswa terkait pemanfaatan data dalam mendukung pengambilan keputusan bisnis yang lebih efektif dan strategis.
Di era transformasi digital saat ini, kemampuan menganalisis data dan mengubahnya menjadi insight bisnis menjadi salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki oleh mahasiswa Administrasi Bisnis. Oleh karena itu, melalui kegiatan ini, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk belajar langsung dari akademisi internasional dan dosen Telkom University yang memiliki expertise di bidang business analytics dan business intelligence.
Session 1: Business Analytics for Innovative Decision Makers
Pada sesi pertama, peserta mengikuti pemaparan materi bertajuk “Business Analytics for Innovative Decision Makers” yang disampaikan oleh Dr. Yuen Yee Yen selaku lecturer dari Multimedia University (MMU).
Dalam sesi ini, peserta diperkenalkan pada konsep Business analytics merupakan penggunaan data, statistik, dan teknologi untuk menghasilkan insight yang mendukung pengambilan keputusan bisnis. Dalam materi dijelaskan tiga jenis analytics, yaitu descriptive analytics untuk memahami kondisi bisnis, predictive analytics untuk memprediksi tren di masa depan, dan prescriptive analytics untuk memberikan rekomendasi tindakan terbaik.
Penerapan business analytics di Malaysia dapat ditemukan pada berbagai bidang seperti customer analytics, operations analytics, marketing analytics, financial analytics, hingga risk analytics. Perusahaan menggunakan data untuk memahami perilaku pelanggan, meningkatkan efisiensi operasional, mendeteksi risiko bisnis, dan mendukung strategi pemasaran.
Selain itu, materi juga membahas peran cloud computing dalam analytics yang membantu perusahaan mengakses dan mengelola data secara lebih fleksibel dan hemat biaya. Business analytics juga menjadi bagian penting dalam mendukung transformasi digital dan perkembangan Industry 4.0 di Malaysia.
Baca Juga : From Campus to Career How Business Administration Students Build Industry Ready Skills
Melalui sesi ini, peserta memperoleh pemahaman bahwa business analytics memiliki peran penting dalam menciptakan inovasi, meningkatkan daya saing perusahaan, serta membantu organisasi mengambil keputusan yang lebih cepat dan akurat di era digital.
Session 2: Business Intelligence – Turning Data into Better Business Decisions
Sesi kedua menjadi salah satu highlight utama dalam kegiatan ini dengan menghadirkan Dr. Uruqul Nadhif Dzakiy, lecturer dari Telkom University, yang membawakan materi berjudul “Business Intelligence: Turning Data into Better Business Decisions.”

Pada sesi ini, peserta diperkenalkan dengan konsep digital transformation atau transformasi digital. Transformasi digital tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi, tetapi juga perubahan strategi organisasi, proses bisnis, pola pikir, hingga penciptaan nilai dalam perusahaan. Perubahan perilaku konsumen yang semakin mengandalkan layanan digital membuat organisasi harus mampu beradaptasi dengan cepat. Selain itu, munculnya perusahaan berbasis teknologi seperti Gojek dan Tokopedia menunjukkan bahwa data dan teknologi telah menjadi inti dari strategi bisnis modern.
Materi juga menjelaskan mengenai Data Driven Decision Making, yaitu pendekatan pengambilan keputusan yang berdasarkan data dan analisis. Penggunaan data membantu perusahaan membuat keputusan yang lebih objektif, akurat, dan transparan dibandingkan hanya mengandalkan intuisi. Organisasi berbasis data mampu melakukan pemantauan secara real time, merespons perubahan pasar dengan cepat, serta menciptakan inovasi yang lebih efektif.
Dalam pembelajaran ini dijelaskan pula pengertian Data Analytics. Data analytics merupakan proses mengolah data mentah menjadi informasi, pengetahuan, dan insight yang bermanfaat untuk meningkatkan produktivitas maupun menyelesaikan masalah. Bidang ini memanfaatkan berbagai metode seperti machine learning, statistical analytics, computational modeling, dan data visualization untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik.
Selain itu, peserta dikenalkan dengan perbedaan antara Business Intelligence (BI), Business Analytics (BA), dan Data Analytics (DA).
• Business Intelligence berfokus pada analisis deskriptif untuk memahami apa yang telah terjadi dalam bisnis melalui laporan dan dashboard.
• Business Analytics lebih menekankan analisis prediktif untuk memperkirakan apa yang akan terjadi di masa depan.
• Sedangkan Data Analytics mencakup proses pengolahan dan analisis data secara umum untuk menemukan pola serta insight yang berguna.
Materi juga membahas tahapan transformasi digital yang terdiri dari tahap utama, yaitu digitization, digitalization, dan digital transformation. Digitization merupakan proses mengubah data analog menjadi digital. Digitalization berfokus pada penggunaan teknologi digital untuk meningkatkan proses bisnis. Sementara digital transformation merupakan perubahan strategis yang menyeluruh untuk menciptakan model bisnis baru berbasis teknologi dan data.
Sebagai contoh penerapan nyata, dijelaskan penggunaan data analytics dalam bidang pertanian. Data digunakan untuk memilih bibit tanaman terbaik berdasarkan kondisi tanah dan cuaca, memprediksi kebutuhan irigasi tanaman, hingga meningkatkan produktivitas hasil panen melalui pengelolaan lahan yang lebih efektif. Hal ini menunjukkan bahwa pemanfaatan data tidak hanya berguna dalam dunia bisnis, tetapi juga berbagai sektor lainnya.
Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh wawasan mengenai pentingnya data dan teknologi dalam mendukung transformasi digital organisasi. Business Intelligence dan Analytics menjadi kemampuan penting yang harus dimiliki di era modern agar organisasi mampu mengambil keputusan yang tepat, cepat, dan berbasis data.
